Wednesday, December 29, 2010

Perlu 100 Ribu Tahun Lebih Agar Bumi 'Sembuh' dari Global Warming

Sebuah konferensi yang dihelat organisasi Geologi dunia menyimpulkan, dibutuhkan waktu cukup lama bagi bumi untuk bisa sembuh sepenuhnya dari global warming (pemanasan global).

Para ahli bumi itu mengklaim telah menemukan peran besar peningkatan emisi gas rumah kaca terhadap perubahan iklim dan temperatur, serta punahnya beberapa spesies bumi. Klaim ini berhasil dipaparkan setelah mereka meneliti sedimen batu yang berasal dari jutaan tahun lalu.

Menurut Profesor Jim Zachos, peneliti dari University of California, sebuah letusan gunung berapi terjadi 55 juta tahun lalu dan mengakibatkan munculnya gas rumah kaca sebesar 4.500 gigaton yang tersebar ke atmosfir bumi selama ribuan tahun.

Hal ini, lanjut Zachos, seperti dikutip melalui Telegraph, Rabu (3/11/2010), mengakibatkan panas bumi meningkat sekira 6 derajat selsius dan mengharuskan seluruh ekosistem, termasuk hewan pada zaman itu, untuk beradaptasi dan bermigrasi. Bahkan mamalia di sebagian wilayah pada zaman itu banyak yang tidak kuat dan mati.

"Jika dunia terus menghasilkan gas rumah kaca, maka atmosfir kita akan dipenuhi oleh 5.000 gigaton gas rumah kaca yang tidak akan habis dalam kurun ratusan tahun. Hal ini akan mempercepat kenaikan suhu dan iklim, bahkan mengakibatkan makin banyaknya spesies yang punah," ujar Zachos.

Ditambahkan Zachos, dampak dari semua ini terhadap evolusi planet bumi akan menjadi lebih hebat ketimbang 55 juta tahun lalu. Bahkan dibutuhkan waktu lebih dari 100 ribu tahun  bagi bumi untuk 'menyembuhkan' diri dari pemanasan global ini

Tuesday, December 14, 2010

Teka-teki Pembentukan Gua Terpecahkan



Selama lebih dari seabad para ilmuwan telah menemukan dan memercayai mekanisme dasar pembentukan gua, yakni sebuah patahan kecil terbentuk pada batuan dan air masuk ke dalamnya. Air yang masuk mengandung karbon dioksida, lalu membentuk asam lemah yang mampu melarutkan kalsium karbonat pada batuan.

Namun, masalahnya, mekanisme tersebut menyisakan teka-teki. Bagaimana pelarutan bisa berlangsung begitu cepat sehingga bisa mengakibatkan penetrasi yang begitu dalam dan membentuk sistem gua? Sebagai informasi, sistem gua Mammoth Cave di Kentucky bisa mencapai 580 kilometer.

Baru-baru ini, teka-teki itu terpecahkan lewat analisis matematis terbaru. Piotr Szymczak, fisikawan dari Universitas Warsawa, dan rekannya, Anthony Ladd, insinyur kimia dari University of Florida in Gainesville menguraikan analisisnya di Earth and Planetary Science Letters.

Analisis itu menguraikan bahwa aliran air dalam batuan selalu memiliki ketidakstabilan matematis. Singkatnya, ketika patahan mulai terbentuk, air terkonsentrasi untuk mengalir ke dalam saluran tersebut, memperbesarnya dan mengorbankan saluran lain.

"Mekanisme yang disebut channeling ini mempercepat pelarutan. Itulah yang membuat air bisa memenetrasi begitu dalam. Kebanyakan dari model matematika yang menguraikan pembentukan gua tidak memiliki mekanisme ini sama sekali," tutur Szymczak.

Analisis baru yang dikemukakan Szymczak bisa menjelaskan alasan mengapa pembentukan gua di wilayah bendungan kadang lebih cepat dari yang diharapkan. Model tersebut juga bisa membantu menjelaskan cara air merembes di celah batuan. kompas.com

Popular Posts